Sukabumi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi bagi generasi muda di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, otomasi, dan ekonomi hijau.
Hal itu disampaikan Afriansyah saat menjadi narasumber Kuliah Umum Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Auditorium UMMI, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).
Menurut Afriansyah, perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja membuat kompetensi yang dibutuhkan terus berkembang. Karena itu, mahasiswa perlu menyiapkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan profesi dan tuntutan dunia kerja.
“Lifelong learning adalah cara berpikir bahwa belajar tidak berhenti ketika kita mendapatkan ijazah. Ketika teknologi berubah, kita harus belajar. Ketika pekerjaan berubah, kita harus beradaptasi. Ketika kompetensi kita tidak lagi cukup, kita wajib melakukan upskilling dan reskilling,” ujar Afriansyah.
Ia mengatakan, kampus memiliki peran penting dalam mempertemukan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemagangan, proyek, sertifikasi, riset, kewirausahaan, kompetisi, serta kolaborasi dengan dunia industri.
Sejalan dengan itu, Kemnaker terus mengembangkan kompetensi dan kesempatan kerja melalui pelatihan vokasi dan sertifikasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Afriansyah menambahkan, kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dunia riset, asosiasi, media, dan ekosistem inovasi diperlukan agar pembelajaran di kampus semakin terhubung dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
“Jangan hanya menunggu perubahan, tetapi siapkan diri untuk menghadapi dan menciptakan perubahan. Masa depan dunia kerja tidak hanya akan dimiliki oleh mereka yang paling pintar, tetapi oleh mereka yang mau terus belajar,” kata Afriansyah.









Leave a Reply
View Comments