Pahlawan Lingkungan Hidup Dari Gunung Kidul

Gunungkidul – Kegigihan Suswaningsih (55) mengubah lahan tandus di Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul membuahkan hasil. Banyak petani yang terbantu. Mereka bisa menanam sejumlah tanaman di lahan berbatu karst yang dahulu tak dimanfaatkan.

Namun, apa yang sekarang dipetik diawali dengan perjuangan yang tak mudah. Sebagai penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rongkop, Suswaningsih butuh waktu untuk menyakinkan para petani akan inovasinya ini.

Pada tahun 2012 silam, pertama kali Suswaningsih mencetuskan mengubah lahan tandus sebagai lahan produktif, tanpa merusak alam. Setelah berhasil menyakinkan para petani, Suswaningsih kemudian menanami lahan kritis seluas 5 hektare dengan jagung. Ternyata hasilnya memuaskan dari situlah para petani mulai tertarik dengan metode yang dilakukan Suswaningsih.

Sebagai seorang abdi negara, Suswaningsih menyadari pekerjaannya ini tak sebatas 8 jam kerja. Profesi penyuluh pertanian menurutnya bersifat melekat. Artinya di waktu kapan pun dia tetap harus bisa bertugas. Harus fleksibel mengikuti jam para petani.

Semua itu dilakukan Suswaningsih dengan ikhlas. Suswaningsih mengaku mencintai pertanian dan tempat kelahirannya, Rongkop. Jika bukan karena cinta, mungkin Suswaningsih sudah berhenti bekerja ketika masih menjadi tenaga honorer dengan gaji yang sangat minim.