Jumlah Pengangguran Di Kota Blitar Diangka 5%, Tantangan Bagi Calon Walikota

Blitar – Berdasarkan data statistik jumlah pengangguran terbuka di kota Blitar masih cukup tinggi diangka 5,34% atau sekitar 4000 orang menjadi tantangan bagi calon walikota yang akan berkompetisi dalam pilwako Blitar 2024 mendatang.

“Jumlahnya masih cukup tinggi dan akan bertambah lagi setelah kelulusan siswa tingkat SLTA tahun 2024 ini. Ini disebabkan siswa tingkat SLTA belum mempunyai cukup bekal keahlian di dunia kerja, terlebih lagi jumlah lapangan kerja tidak tersedia,” kata Sultoni salah satu warga Kota Blitar yang juga wasekjen DPN Bintang Muda Indonesia.

Hadirnya investor sangat dibutuhkan untuk memangkas angka pengangguran yang akan terus tumbuh. “Memang problem pengangguran ini adalah problem klasik, akan tetapi bisa diminimalisir jika pemerintah Kota Blitar bisa menyediakan fasilitas semacam BLK untuk melatih skill bagi para calon pekerja yang akan bersaing di dunia kerja dan walikota nya mampu mendatangkan investasi,” imbuh Sultoni.

“Memilih calon walikota Blitar 2024 mendatang tentunya menjadi titik awal yang sangat penting bagi hajat hidup warga kota Blitar 5 tahun kedepan. Saat ini telah muncul Mas Bambang Rianto yang diusung PDIP dan Mas Muhibbin yang diusung oleh PKB dan beberapa partai lainnya. Saya berharap problem pengangguran ini masuk sebagai program prioritas yang harus diatasi,” ujar Sultoni.

Bambang Rianto adalah seorang politisi yang mempunyai pengalaman sebagai legislator di DPRD Propinsi Jawa Timur sedangkan Syauqul Muhibbin adalah wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor yang mempunyai jaringan luas ditingkat Nasional.