Jakarta – Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Wakil Menteri Pertahanan Herindra sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru.
Puan mengatakan penunjukkan Herindra oleh Jokowi itu tertuang dalam surat presiden (Surpres) Nomor R51 tanggal 10 Oktober perihal Permohonan Pertimbangan Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BIN. Herindra adalah AKMIL 1987 dan merupakan lulusan terbaik dan meraih Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama.
“Jadi sudah diusulkan satu nama dari presiden Jokowi Surpres penggantian Kepala BIN atas nama Pak Herindra,” kata Puan di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10).
” Ini adalah pergantian biasa dan penempatan sumber manusia yang baik dan unggul. Keputusan Presiden dengan mengangkat Pak Herindra adalah pilihan yang tepat. Beliau mempunyai rekam jejak karir di militer yang cemerlang dan berprestasi. Bangsa Indonesia banyak orang pintar dan berprestasi, salah satunya Pak Herindra ini,” ungkap Ketua Umum DPN BMI H. Farkhan Evendi.
Herindra memulai karirnya sebagai perwira muda untuk pelatihan dan organisasi di Kopassus. Berbagai posisi komando dan non-komando yang disandangnya di Kopassus, termasuk tugas sebagai petugas informasi publik Kopassus pada tahun 2000. Ia akhirnya mencapai pangkat letnan kolonel pada tahun 2001, dan menjadi komandan Batalyon Infanteri Kopassus ke-812, sebuah batalion pendukung Unit Khusus Penanggulangan Terorisme ke-81.
“Pengalaman beliau yang pernah memegang jabatan di Pusat Intelijen Angkatan Darat sebagai direktur penelitian dan pengembangan merupakan dasar kuat beliau untuk menjadi kepala Badan Intelijen Negara menggantikan Pak Budi Gunawan. Saya meyakini beliau akan mampu bekerja dengan baik. Insha Allah Indonesia akan makin aman , kompak dan rukun,” pungkas Cak Farkhan.









Leave a Reply
View Comments